Minggu, 12 Juni 2011

MAKALAH MANUSIA DAN KEBERAGAMAN


BAB II
 PEMBAHASAN

A.      KONSEP KEBERAGAMAN
Berbicara keberagaman, sama halnya membicarakan tentang sebuah konsep ‘kemajemukan atau Pluralisme”, dimana jikalau kita kembali pada arti pluralisme itu sendiri bahwasanya pluralisme itu merupakan suatu “kondisi masyarakat yang majemuk”.
Secara terminologis, ”plural” adalah bentuk dasar dari kata pluralisme, yang artinya lebih dari satu. Sedangkan pluralisme ialah keadaan masyarakat yang majemuk (berkaitan dengan sistem sosial dan politik).
Sedangkan secara etimologis, pluralisme memiliki banyak arti, tetapi pada dasarnya memiliki kesamaan makna. Sebagian ada yang mengatakan bahwa pluralisme adalah sebuah pengakuan akan hukum Tuhan yang menciptakan manusia yang tidak hanya terdiri dari satu kelompok, suku, warna kulit, dan agama saja. Jadi, menurut pengertian ini, pluralisme mengakui perbedaan-perbedaan sebagai sebuah realitas yang pasti ada di mana saja.
Menurut asal katanya, pluralisme berasal dari bahasa Inggris, pluralism. Apabila merujuk dari Wikipedia bahasa Inggris, definisi pluralism adalah “In the social sciences, pluralism is a framework of interaction in which groups show sufficient respect and tolerance of each other, that they fruitfully coexist and interact without conflict or assimilation.” Atau dalam bahasa Indonesia “Suatu kerangka interaksi yang mana setiap kelompok menampilkan rasa hormat dan toleran satu sama lain, berinteraksi tanpa konflik atau asimilasi (pembauran/-pembiasan).”
Keberagaman membantu kita berkreasi dan berkarya dalam rangka mengembangkan eksistensi kita. Keberagaman membantu kita mengenali diri sendiri dengan lebih baik dan menjadikan hidup lebih bermakna. Keberagaman seharusnya menyatukan dan menjadikan kita sebagai manusia yang lebih baik untuk menghasilkan karya terbaik.
Keberagaman yang disatukan memberikan keindahan. Keindahan membuat hidup kita menjadi lebih berwarna dan sudah sewajarnya kita syukuri dan kita sebagai umat manusia, bahu membahu untuk membuat dunia ini lebih baik. Dan bukan sebaliknya, membuat perbedaan sebagai sumber konflik, fitnah, dan perang.
Manusia diberi akal untuk memahami keberagaman sebagai sumber kekuatan. Tuhan memberi kita akal untuk memahami perbedaan yang ada dan memunculkan hasil yang terbaik dari gabungan perbedaan-perbedaan tersebut. Hidup yang dijalani dengan memanfaatkan keberagaman untuk kebaikan adalah hidup yang indah dan penuh makna.
Jadi, keberagaman bukan hanya berarti banyaknya perbedaan, tetapi juga berarti banyaknya kekuatan yang dapat dihimpun dan dimunculkan. Keberagaman sebaiknya menjadi sumber kekuatan bagi setiap entitas dimana keberagaman tersebut ada.

B.       KONSEP KEBUDAYAAN
Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “buddhayah” yang merupakan bentuk jamak dari ‘buddhi” (budi atau akal). Kebudayaan diartikan sebagai hal –hal yang berkaitan dengan budi dan akal. Sedang dalam bahasa Inggris, kebudayaan dikenal dengan istilah culture yang berasal dari bahasa Latin “colere”, yaitu mengolah , mengerjakan tanah , membalik tanah atau diartikan bertani.
Definisi kebudayaan menurut beberapa ahli:
Ø Ralph Linton
Kebudayaan adalah konfigurasi dan hasil dari tingkah laku yang dipelajari, yang unsur-unsur penentunya dimiliki bersama dan dilanjutkan oleh anggota masyarakat tertentu
Ø E.B Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang komplek, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan – kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat
Ø William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh anggotanya melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat diterima oleh semua anggota masyarakat
Ø Koentjoroningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar
Ø Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi
Kebudayaan merupakan semua hasil karya , rasa dan cipta masyarakat
Ø Herkovits, kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia. 

C.       WUJUD KEBUDAYAAN
Apabila kita memperhatikan definisi kebudayaan menurut Koentjoroningrat, perwujudan budaya adalah
a. sistem gagasan, budaya yang bersifat abstrak tapi menentukan sifat, cara berfikir serta   tingkah laku masyarakat pendukung budaya tersebut.
b. sistem tindakan atau sistem sosial meliputi perilaku dan bahasa, wujud budaya ini bersifat konkrit
c. hasil karya manusia, yaitu wujud konkrit dapat dilihat, diraba dan difoto, misalnya pakaian, alat produksi dan alat transportasi
Wujud budaya tersebut sejalan dengan wujud budaya menurut Hoxley yaitu mentifact, sosiofact dan artefact
Klasifikasi unsur budaya dari yang terkecil adalah
1. items, unsur budaya yang paling kecil
2. trait, merupakan gabungan dari beberapa unsur terkecil
3. trait kompleks, gabungan dari beberapa item dan trait
4. cultural activity, atau aktivitas budaya merupakan gabungan dari beberapa komplek budaya
Gabungan dari beberapa aktivitas budaya menghasilkan unsur-unsur budaya yang menyeluruh atau cultural universal.

D.      . KARAKTERISTIK BUDAYA
Budaya memiliki sifat universal, artinya terdapat sifat-sifat umum yang melekat pada setiap budaya, kapan pun dan dimanapun budaya itu berada. Adapun sifat itu adalah
a. kebudayaan adalah milik bersama
b. kebudayaan merupakan hasil belajar
c. kebudayaan didasarkan pada lambang
d. kebudayaan terintegrasi
e. kebudayaan dapat disesuaikan
f. kebudayaan selalu berubah
g. kebudayaan bersifat nisbi (relatif)
Dalam kebudayaan juga terdapat pola-pola perilaku (pattern of behavior) yang merupakan cara-cara masyarakat bertindak atau berkelakuan yang harus diikuti oleh semua anggota masyarakat tersebut.
Adapun subtansi atau isi utama budaya adalah:
a. sistem pengetahuan, berisi pengetahuan tentang alam sekitar, flora dan fauna sekitar tempat tinggal, zat-zat bahan mentah dan benda-benda dalam lingkungannya, tubuh manusia, sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia serta ruang dan waktu.
b. sistem nilai budaya, adalah sesuatu yang dianggap bernilai dalam hidup
c. kepercayaan, inti kepercayaan itu adalah usaha untuk tetap memelihara hubungan dengan mereka yang sudah meninggal
d. persepsi, yaitu cara pandang dari individu atau kelompok masyarakat tentang suatu permasalahan
e. pandangan hidup, yaitu nilai-nilai yang dipilih secara selektif oleh masyarakat. Pandangan hidup dapat berasal dari norma agama (dogma), ideologi negara atau renungan atau falsafah hidup individu
f. etos budaya, yaitu watak khas dari suatu budaya yang tampak dari luar
 

 

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar